PENDIDIKAN DOKTER  


 

Pertama, kami akan membahas jurusan yang paling banyak peminatnya saat ini: Pendidikan Dokter. Banyak orang tua yang ingin anaknya masuk jurusan pendidikan dokter. Tujuannya jelas, demi masa depan yang cerah. Tapi nyatanya, perjuangan untuk mendapatkan masa depan cerah itu tidaklah mudah. Ada 4 tahapan yang harus dilewati mahasiswa kedokteran:

  1. PRE KLINIK
  • General Education (semester 1)

Pada tahap ini diajarkan pencapaian keterampilan dan sikap dasar pendidikan dokter. Programnya misalnya: Program Dasar Pendidikan Tinggi, Pengantar Empati dan Bioetik, Pertolongan Pertama pada Kegawatan dan Kedaruratan, dll. Jadi pada semester 1 (general education) diajarin dasar2 dan perkenalan di dunia medis.

  • Medical Sciences (semester 2-7)

Pada tahap ini diajarkan ilmu kedokterannya.

Tahap preklinik atau pendidikan yang dilaksanakan di kampus ditempuh dalam waktu 3,5 tahun (7 semester). Pendidikan pada tahap pre klinik ini dibagi menjadi sekitar 21 blok (tiap perguruan tinggi biasanya beda-beda tentang pembagian blok ini). Misalnya: blok metabolisme, blok kardiovaskular, blok respirasi, blok neurologi, dst. Jadi total sekitar 21 blok akan ditempuh dalam 3,5 tahun, atau pertahun ada sekitar 6 blok atau lama pendidikan per blok sekitar 4-5 minggu. Di tiap blok tersebut ada modul-modul yang harus dipelajari dan ada evaluasi (ujian). Bentuk ujian blok antara lain yaitu OSCE (evaluasi skill labs) dan MCQ/MEQ (multiple choice/modified essay). Jadi ujian di jurusan Pendidikan Dokter ini per blok, ga tiap semester seperti halnya jurusan lain.

  1. KLINIK

Setelah menempuh 3,5 tahun perkuliahan tahap pre-klinik, maka akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Setelah mendapat gelar sarjana kedokteran ini, lo masih belum boleh praktek, atau bisa dibilang masih setengah jalan.

Setelah tahap pre klinik ada tahap klinik (clerkship/co ass) selama minimum 3 semester. Co-ass (asisten dokter) adalah sebutan buat mahasiswa sarjana kedokteran yang lagi menuntut ilmu di rumah sakit. Selama tahap klinik (koass) lo bakal membantu atau belajar langsung praktik-praktik kedokteran di berbagai stase atau bagian di suatu rumah sakit. Misal stase bedah, stase kulit kelamin, stase THT, dll.

  1. UKDI

Secara keseluruhan untuk mencapai gelar dokter dibutuhkan minimum 10 semester pendidikan. Setelah itu dokter harus mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) yg diselenggarakan oleh IDI buat dapat Sertifikat Kompetensi Dokter.

  1. INTERNSHIP

Setelah memperoleh Sertifikat Kompetensi Dokter, semua dokter diwajibkan mengikuti program internship (magang dokter baru) selama 1 tahun di daerah terpencil di Indonesia. Dokter yang telah selesai mengikuti program internship berhak untuk mengajukan Surat Ijin Praktik (SIP) secara mandiri. Setelah mendapatkan SIP ini, baru deh bisa praktek.

Jadi total semua dari awal kuliah sampai dengan praktek sekitar 6,5 tahun. Yang terdiri dari 3,5 tahun pre klinik, 1,5 tahun klinik, UKDI dan 1 tahun internship.

Itu baru proses menjadi dokter umum. Belum lagi dengan dokter spesialis. Dokter spesialis adalah dokter yang bekerja khusus pada bidang ilmu kedokteran tertentu. Untuk menjadi dokter spesialis, seorang dokter harus mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Banyak semester yang diambil beragam, tergantung spesialis yang diambil. Kisarannya 6 hingga 10 semester.

 

Biaya Kuliah

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kuliah kedokteran mahal biayanya. Sebenarnya jika kuliah di Peguruan Tinggi Negeri dan masuk lewat jalur SNMPTN atau SBMPTN, biaya UKT tidak terlalu jauh dibandingkan jurusan Saintek lain, paling mahal 7-8 jutaan. Bisa saja hanya 2 juta per semester, bahkan gratis bila masuk jalur bidikmisi. Namun jika masuk lewat jalur mandiri, biaya UKT lebih mahal. Mulai 10 juta hingga 15 juta. Di perguruan tinggi swasta tentu lebih mahal lagi.

Yang membuat biaya kuliah sangat mahal bukan hanya UKT, tetapi juga buku-buku perkuliahan dan segala macam biaya praktek serta peralatan. Sebelum bertekad masuk kedokteran, pastikan budget-mu cukup, ya!

 

Prospek Kerja

            Masalah prospek kerja lulusan pendidikan dokter tidak perlu diragukan lagi. Jumlah penduduk terus meningkat, maka kebutuhan akan pekerja kesehatan juga meningkat. Jumlah dokter di Indonesia sekarang ini sekitar 100.000 orang, sekitar 70.000 dokter umum, dan 30.000 dokter spesialis. Jumlah ini masih amat kurang untuk melayani 250 juta penduduk Indonesia atau 1 dokter per 2.500. Melihat grafik disamping (sumber:datamarket.com), bisa terlihat rata-rata dokter Indonesia (line warna biru) masih kalah jauh dibandingkan dengan rata-rata yang ada di dunia (line warna kuning). Belum lagi masalah pemerataan di daerah tertentu. Intinya sih negara ini butuh banyak sekali dokter.

Memang jalan yang ditempuh untuk menjadi dokter tidaklah mudah. Tapi ingatlah, jalan yang sulit akan berakhir pada tempat yang indah. Terus semangat mengejar cita-citamu menjadi dokter, asal jangan ingin kuliah di pendidikan dokter karena keren-kerenan, ya.

What's Your Reaction?
Cry Cry
0
Cry
Cute Cute
0
Cute
Damn Damn
0
Damn
Dislike Dislike
1
Dislike
Lol Lol
0
Lol
Like Like
1
Like
Love Love
1
Love
Win Win
1
Win
WTF WTF
1
WTF

Comments 1

  1. Mau nanya bukannya jurusan dokter untuk sekarang prospeknya kurang karna pengangkatannya lagi ngga ada sebab lulusannya sudah terlalu banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENDIDIKAN DOKTER  

log in

Become a part of our community!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Join Komunitas Anak SMA

Back to
log in
Choose A Format
Personality quiz
Trivia quiz
Poll
Story
List
Meme
Video
Audio
Image
All for Joomla All for Webmasters